Anime Sword Art Online Bertema Permainan Virtual Reality

Anime Sword Art Online sudah berhasil membuat gempar seluruh warga negara Jepang berkat tema unik yang ia usung yaitu permainan virtual reality. Walaupun bagi sebagian lainnya menganggap itu hanyalah variasi dari genre isekai alias another world yang sudah mulai usang di kancah anime lokal, tapi SAO tetap menarik untuk kita ikuti.

SAO merupakan hasil adaptasi dari novel ringan karangan Reki Kawahara sensei yang berkolaborasi dengan Abec untuk ilustrasinya. Kepopulerannya telah membawa cerita novel ini menjadi sebuah anime epic dan fenomenal sehingga dengan segera menjadi punya banyak penggemar fanatik baik itu dari Jepang sendiri maupun di mancanegara.

Anime Sword Art Online Bertema Permainan Virtual Reality

Mengisahkan dua sejoli bernama Kirigaya Kazuto dan Asuna Yuuki yang bertemu secara tidak sengaja melalui sebuah game virtual reality bernama Sword Art Online. Mereka adalah segelintir dari ribuan pemain beta tester yang beruntung karena bisa mendapatkan kesempatan memainkan game ini secara perdana dengan format VR.

Sang pengarang telah mengunggah cerita ini dalam sebuah situs pribadinya pada sekitaran tahun 2002 hingga 2008 silam. Setahun kemudian, ia pun mendapatkan kesempatan untuk menerbitkan hasil karyanya ke dalam bentuk novel ringan pada 10 April 2009, dilanjutkan dengan seri spin off pada Oktober 2012.

Pada tahun yang sama di mana spin-off novel rilis ke pasaran, serial animenya pun meluncur serempak di seluruh wilayah Jepang dan segera melambungkan namanya tinggi sekali. Kabar terakhir mengejutkan datang dari perusahaan start up Netflix asal Amerika Serikat yang berniat untuk mengadaptasinya ke dalam bentuk live action.

Anime Sword Art Online Membawa Warna Baru ke Industri Hiburan Jepang

Anime Sword Art Online telah berhasil membawa warna tersendiri ke dalam sebuah industri hiburan Jepang yang bisa dikatakan telah mencapai tahap red ocean slot online. Premisnya cukup segar dan menarik, bahkan berhasil menemukan logikanya sendiri sehingga mampu membuat para penonton cukup ngeri membayangkan bila hal itu terjadi kepada dunia nyata.

Alkisah, hiduplah seorang ilmuwan terkenal bernama Akihiko Kayaba yang populer karena kejeniusan dalam algoritma matematika. Ia berhasil menciptakan helm virtual reality bernama NerveGear, bekerja secara agresif dan responsif dalam menangkap sinyal saraf otak manusia yang mengenakannya.

Anime Sword Art Online Membawa Warna Baru ke Industri Animasi Jepang

Selama menggunakan NerveGear, pemain akan masuk dalam mode tertidur dan berpindah kesadarannya ke dalam sebuah dunia virtual bernama Sword Art Online. Console game tersebut langsung ludes terjual sebanyak 10 ribu unit di hari perilisan perdananya, menunjukkan betapa besar antusiasme para penikmat game online layaknya Judi Bola Online yang telah menantikan SAO selama ini.

Keadaan berubah menjadi malapetaka tatkala beberapa pemain menyadari bahwa mereka tidak bisa log out dari permainan SAO tersebut. Tiba – tiba, Kayaba Akihiko sendiri muncul dalam bentuk game master dan menyatakan sebuah pengumuman menggemparkan sekaligus mengerikan sehingga sulit untuk dipercaya.

Kayaba menyandera seluruh pemain yang sedang aktif dan menyatakan bahwa NerveGear tidak dapat dilepas kecuali mereka menyelesaikan permainan sampai tamat. Jika mencoba untuk melepasnya secara paksa, maka NerveGear akan mengalirkan gelombang listrik bertegangan tinggi sehingga pemain akan mati seketika.

Game Online Yang Berubah Menjadi Malapetaka

Sampai kepada detik ini anda mungkin bertanya – tanya mengapa anime Sword Art Online bisa begitu digilai oleh para penggemarnya. Alasannya tidak lain karena pengarangnya berhasil membawa teknologi fiktif mendekati kenyataan bahkan terlalu real, sehingga penonton merasakan ketegangan sekaligus antusias ingin mengetahui akhir kisahnya.

Seperti yang kita ketahui, perangkat digital seperti virtual reality itu sendiri sudah bukan lagi menjadi sebuah hal aneh bahkan termasuk barang komersil. Meskipun kemampuannya belum persis sama seperti NerveGear, namun penulis yakin dalam tempo beberapa tahun ke depan maka alat fiktif tersebut dapat terwujud ke dunia nyata.

Anime Sword Art Online Yang Berubah Menjadi Malapetaka

Premisnya mungkin termasuk ekstrim, mengingat alat dengan kecanggihan tingkat tinggi seperti pada SAO ternyata memiliki celah untuk diretas. Apalagi jika mengingat bahwa perangkatnya akan terkoneksi langsung dengan syaraf otak manusia, lembaga internasional pasti akan mengecam alat semacam ini karena beresiko tinggi merusak kinerja otak.

Dengan kata lain, penulis bukannya ragu akan kemampuan para ilmuwan dalam menciptakan sebuah gadget muktahir seperti NerveGear. Hanya saja, meloloskan game online dan masanya tidaklah semudah yang kita kira karena akan tercegat oleh berbagai regulasi baik dari mancanegara maupun dari negara asal produsen itu sendiri.

Sekedar intermezzo, sepertinya akan tetap menarik jika membayangkan bahwa sistem permainan dengan realistis tingkat tinggi seperti SAO dapat hadir ke dunia nyata. Kita lihat saja, lima sampai sepuluh tahun ke depan akan jadi seperti apa dunia teknologi manusia di muka bumi ini.